Tampilkan postingan dengan label artikel indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

Merapi dan SBY Lengser

Jakarta - Setahun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden periode kedua, muncul kelesak-kelesik akan digulingkan. Ini memang gagasan ngawur. Tapi senyampang ide tak masuk akal itu bergulir, maka tebakan bodoh-bodohan rasanya pas sebagai pelengkap. Inilah analisis ngelantur soal itu. Suksesi dikaitkan dengan gejolak Gunung Merapi.

Dalam Babad Tanah Jawi, juga Serat Kanda disebut, jika gunung Merapi mulai batuk-batuk dan disusul dengan meletusnya gunung-gunung yang lain, maka itu pertanda terjadi suksesi di tanah Jawa. Pakem berdasar mitos itu diyakini sampai kini.

Boleh percaya boleh tidak, tapi saban terjadi pergantian presiden di negeri ini ternyata selalu diawali dengan meletusnya gunung Merapi. Itu terjadi sejak lengsernya Bung Karno dengan tampilnya Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Mbak Mega, sampai SBY. Pembaca yang mengikuti ulasan saya di kolom ini mungkin tahu soal itu. Malah sering karena prediksi itu, maka saya dianggap sebagai 'pendukung fanatik' SBY. Padahal kenal aja nggak.

Gunung Merapi juga amat disakralkan banyak orang. Popularitas Mbah Maridjan 'mengalahkan' pamor Sultan Hamengkubuwono X (HB X) juga gara-gara gunung ini. Ketika kawah Merapi menggelegak dan pengungsi mulai berhamburan, Raja Jawa itu meminta Mbah Maridjan, juru kunci gunung ini meninggalkan wewengkonnya (daerahnya).

Mbah Maridjan kukuh tidak mau mengungsi. Dia tetap dalam rumahnya yang berada persis di gigir gunung. Lelehan lava tak membuat lelaki khusyuk ini kabur. Malah beberapa pendaki yang bersembunyi di bunker buatan pemerintah setempat yang ditentang Mbah Maridjan bernasib sial. Saat lava mengalir, mereka mati gosong di dalamnya.

Itu pangkal larisnya 'roso'. Itu muasal berdirinya masjid di depan rumahnya. Kendati
maksud HB X menyuruh Mbah Maridjan turun gunung sangat manusiawi, tapi rakyat menangkapnya beda. Mereka berasumsi Mbah Maridjan lebih sidik paningale. Dia menyatu
dengan Kiai Sapujagat, tokoh mistik yang dipercaya sebagai mbaurekso (penguasa) gunung ini. Dan dia tahu yang bakal terjadi.

Di Jangka Sabdo Palon Noyo Genggong Gunung Merapi kembali dijadikan sebagai pengingat. Kehancuran Pulau Jawa akan ditandai dengan letusan gunung ini, disusul gempa bumi dan laut yang menggelegak. "Pratanda tembayan mami, hardi merapi yen wus njebluk milir lahar."

Malah dalam serat ini terurai cukup rinci. Aliran lahar akan mengarah ke barat daya. Membakar tanaman dan membunuh manusia, hingga aroma anyir mayat bertebaran di mana-mana. Itu sebelum daerah lain di tanah Jawa lantak, ikut hancur lebur berkeping-keping. Terus bagaimana kabar gunung Merapi hari-hari ini?

Sudah sebulan ini Gunung Merapi batuk-batuk. Seperti yang diberitakan detik.com, statusnya dari hari ke hari terus meningkat hingga waspada. Bagi orang Jawa, ini tengarai, bahwa tatanan negeri ini mulai tidak bajek (kokoh) lagi. Situasi chaostis mungkin terjadi. Kamtibmas terganggu. Dan bisa lebih dari itu. Adakah juga sinyal akan terjadinya suksesi?

Rasanya kok belum sampai ke sana. Berdasar ilmu titen, kegoncangan itu meminta tumbal pergantian pucuk pimpinan kalau sudah meletus dan diikuti letusan gunung- gunung lain yang dalam 'peta mistik' tidak disakralkan. Kali ini Merapi baru 'berdehem'. Gunung ini baru riuh di dalam perutnya, belum sampai muntah.

Kalaulah ada gunung lain yang bergejolak, justru itu adalah Gunung Semeru. Gunung ini dalam keyakinan Jawa dianggap sebagai 'gunung tua', identifikasi dari Mahameru. Gunung manjingnya (tinggal) Semar, sosok lelaki tua, sakti, sederhana, dan arif dalam pewayangan Jawa. Adakah dengan begitu SBY masih menjadi presiden sampai tahun 2014 nanti?

Dari tanda-tanda itu, naga-naganya memang begitu.

*) Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati budaya, tinggal di Jakarta

from : www.detiknews.com

Sabtu, 18 September 2010

Sebuah Bangsa Yang Besar, Indonesia Raya

Sebuah Bangsa Yang Besar (dari milis [gudang-ilmu])

Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata, “Ur country is so rich!” Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu… “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya liat ini sbg peluang..

Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri. Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD