Sabtu, 16 Oktober 2010
Steve Vai (Incredible Guitar Performance)
[sunting]Karier
Group Band Saat Ini: Steve Vai
Group Band Sebelumnya: Hot Chocolate, The Ohio Express, Circus, Rayge, Bold As Love, Axis, Morning Thunder, Frank Zappa, The Out Band, The Classified, 777, Alcatrazz, David Lee Roth, Whitesnake
Pengaruh: Joe Satriani, Frank Zappa
Gitar: Ibanez Universe, Ibanez JEM
Permainannya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan ethnic music. Permainan gitarnya pun tidak terbatas pada komunitas gitar saja tetapi juga bagi orang-orang awam yang tidak mendalami gitar.
Pada umur 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada umur 10 tahun, Steve mulai belajar bermain akordeon. Pada umur 13 tahun barulah Steve mulai mendalami gitar dan sejak saat itu lahirlah seorang dewa gitar yang baru.
Steve Vai mengawali kariernya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.
Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis.
Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3.
Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan.
Kamis, 23 September 2010
Music Classic
Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.[1]
Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16.[2] Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktek-praktek seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik populer.[3][4][5]
Music
Musik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Allegory of Music karya Lorenzo Lippi
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
[sunting]Aliran-aliran musik
Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.
Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.
Musik klasik
Musik rakyat/musik tradisional
Musik keagamaan
Gambus
Kasidah
Nasyid
Blues
Jazz
Country
Rock
Musik populer
Musik dunia
[su
Minggu, 19 September 2010
Berapa banyak band Pop di Indonesia?
Berapa banyak band Pop di Indonesia? Jawabannya: Banyak! Dari banyaknya band Pop Indonesia, berapa yang berkarakter? Jawabannya: sedikit. Itulah kesimpulan dari obrolan pemuda-pemuda yang berlagak jadi pengamat musik, di gardu pojok sebuah gang dekat pohon pisang. Dan kira-kira demikianlah gambaran band-band Pop tanah air yang bisa kita jelaskan dari tayangan televisi yang kita tonton sehari-hari.
. Banyak sekali band-band Pop bermunculan. Bak jamur di musim penghujan, bak baliho para caleg di musim pemilu. Dan yang membuat saya bingung tujuh keliling, tak ada yang berbeda dari mereka. Semua terdengar sama. Konsep band serupa, tema lirik lagu serupa, harmoni musik serupa, bahkan dandanan rambut dan gaya berpakaian mereka juga serupa. Gaya rambut seperti itu disebut Mullet – meminjam istilah dari Pandji.
Mereka cari aman. Label cari aman, band juga cari aman. Mereka tidak mau ambil resiko dan gagal total di pasar. Lebih baik mengikuti yang sudah ada – mainstream, ketimbang create a niche or being different. Toh banyak band-band yang berhasil menjual casstte, CD, ring back tone dan juga live performance – Live Concert, ngisi Pensi, nongol di Inbox, nongol di Dahsyat, dan nongol2an – dengan musik dan penampilan seperti itu.
Seperti yang telah Pandji tulis di artikelnya dengan judul “How I Sold 1000 CDs in 30 Daysmicrophone“. Bahwa apa yang dilakukan band-band Pop Indonesia sekarang itu relevan kalau di industri musik Indonesia hanya ada sekitar 5 band yang berpikiran seperti itu. Tapi kalau ada lebih dari 1000 band berpikiran seperti itu, maka yang akan terjadi adalah munculnya 1000 band dengan musik, lirik dan gaya rabut yang sama. Dan setiap hari mereka bakal muncul di layar TV kalian, bisa dibayangkan?.
Dan akhirnya, bersiaplah jika mimpi menjadi ikon akan sirna karna ada banyak band-band Pop lain yang serupa. Bersiaplah jika mimpi menjadi legend akan hilang karna band Pop ini tak ada yang berbeda dari band-band Pop yang lain. Dan bersiap-siap lah untuk tidak seperti Slank dan Dewa yang mampu eksis lebih dari satu dasawarsa dengan tetap menciptakan karya-karya yang luar biasa karna semuanya sama.
Ilustrasinya adalah: Suatu ketika kalian sedang mengendarai mobil melewati sebuah peternakan dimana ada sekitar 100 sapi dengan warna corak pada tubuhnya hitam dan putih. Diantara semua sapi, ada seekor sapi yang warnanya ungu. Ketika anda sampai dirumah, sapi mana yang akan anda ingat? Being different is better than being better. Create a niche is cool than follow the mainstream
Musik Indonesia, Permintaan Pasar atau Pemaksaan Pasar?
Dan tenggelamlah aliran melayu di Indonesia. Namun pada tahun 2005an Indonesia dikejutkan dengan hadirnya band dari Bandung dan Lampung yang menyanyikan lagu melayu. Band tersebut adalah kangen band dan st12 yang bisa dibilang sebagai pembangkit aliran melayu di Indonesia. Dan tidak disangka penjualan album kedua band tersebut sangat menajubkan. Dan seketika pula trend musik di Indonesia berubah dari pop menjadi melayu.
Musik
Musik
Dengan meningkatnya penjualan album-album band beraliran melayu, maka bermunculanlah ratusan band baru yang juga mengusung alira tersebut. Mereka mencoba peruntungan juga dicelah persaingan yang semakin ketat. Semakin banyak nya band yang memproduksi album khususnya album beraliran melayu, apakah bisa disebut itu sebagai permintaan pasar?ataukah hanya pemaksaan pasar semata?
Banyak musisi senior mengatakan band sekarang cenderung latah, mereka sering melupakan estetika dalam bermusik, mereka lebih mementingkan pasar dari pada kualitas lagu yang dihasilkan. Sebenarnya itu hak mereka juga, tapi akankah musik Indonesia bisa berkembang jika para musisi mudanya hanya bergantung pada pasar?Kita lihat saja, semoga ada musisi muda yang bermusik untuk kemajuan musikalitas bangsa ini. By rickyeka
Sabtu, 18 September 2010
50 musik legendaris yang dipuja dunia
Majalah spesialis heavy metal dan classic rock terbitan Brazil, Roadie Crew, baru-baru ini merilis polling “Gitaris Paling Digemari Sepanjang Masa”. Yang ultra menarik, pemungutan suara tersebut melibatkan 330 gitaris yang sebagian diantaranya — baik mantan personel atau anggota aktif — berasal dari kontingen cadas ternama lawas macam Blue Öyster Cult, Dio, Girlschool, Guns ‘N Roses, Helloween, Kiss, Manowar, Nazareth, Scorpions, Twisted Sister, Ten Years After; maupun dari kongsi metal mutakhir seperti Arch Enemy, Children of Bodom, Nightwish, Opeth, dll. Dengan kapasitas pemilih sedemikian rupa tentu polling ini bisa disebut amat kredibel, sangat pas untuk jadi salah satu acuan signifikan.
Berikut urutan lengkapnya:
01. Jimi Hendrix
02. Eddie Van Halen
03. Yngwie J. Malmsteen
04. Randy Rhoads
05. Ritchie Blackmore
06. Jimmy Page
07. Tony Iommi
08. Steve Vai
09. Jeff Beck
10. Michael Schenker
12. Dimebag Darrell
13. Allan Holdsworth
14. Uli Jon Roth
15. Angus Young
16. James Hetfield
17. Brian May
18. Marty Friedman
19. Joe Satriani
20. Jason Becker
21. Gary Moore
Gary di album Run For Cover
22. Paul Gilbert
23. Eric Clapton
24. Al Di Meola
25. Zakk Wylde
26. John McLaughlin
27. John Petrucci
28. Adrian Smith
29. Steve Morse
30. Stevie Ray Vaughan
31. Slash
32. Kirk Hammett
33. Robert Fripp
34. Alex Lifeson
35. Chuck Schuldiner
36. Ace Frehley
Frehley (paling kanan) di debut album Kiss
37. George Lynch
George saat masih bersama Dokken, 1985 (tebak dia yang mana?)
38. Dave Murray
39. Glenn Tipton
40. Neal Schon
41. Eric Johnson
42. Trey Azagthoth
43. K.K. Downing
K.K. Downing (ke-2 dari kiri) di tahun-tahun awal bersama Judas Priest, 1977
44. Andy LaRocque
45. Malcolm Young
46. Django Reinhardt
47. Jeff Loomis
48. Steve Lukather
49. John Sykes
50. Denis “Piggy” D’Amour
Rastafari
Meskipun mempunyai Tuhan yg disebut Jah, Rastafari tdk memiliki sebuah kitab suci spt Al-Quran dlm agama Islam, Injil dlm agama Kristen atau Tanakh dlm agama Yahudi.
Ajaran-ajaran pergerakan Rastafari sendiri banyak mengambil dr agama Yahudi dan Nasrani.
Beberapa ayat dari Injil dan Tanakh menjadi landasan penting bagi pergerakan ini. Revelation: 5, Revalation 22:7, Psalm 87:4-6; yg menjadi pijakan bagi Marcus Garvey untuk melakukan Nubuat dan kemudian memunculkan sosok Haile Selassie I sbg reinkarnasi Tuhan.
Genesis 1:11, Genesis 1:29, Genesis 3:18, Proverbs 15:17, Psalms 104:14, Revelation 22:2 adalah ayat-ayat yg digunakan para rastafarian untuk melegitimasi penggunaan Marijuana sbg bagian dr proses meditasi. “When you smoke the herb, it reveals you to yourself” – Bob Marley.
Kalaupun ada buku-buku (kitab) yg dianggap sbg landasan dasar atau pegangan dr gerakan Rastafari, spt: The Holy Piby, King James Bible, The Promised Key, dan Kebra Negast; menurut hemat saya tdk bisa disebut sbg Kitab Suci ‘murni’ dr gerakan Rastafari – sebuah firman yg lahir dari Tuhannya sejak pengkultusan Haile Selassie I sbg The messianic figure.
Buku-buku (kitab) yg saya sebutkan diatas, kecuali King James Bible, banyak bersumber dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama yg berhubungan dgn kitab suci umat Yahudi, yg dsebut Tanakh (Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy, Psalm, Proverbs) sedang Perjanjian Baru berhubungan dgn kitab suci umat Nasrani (Injil: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)
The Promised Key dan The Holy Piby mungkin bisa digambarkan spt Bukunya David Ricardo “On the Principles of Political Economy and Taxation” pada paham kapitalis atau buku “The Communist Manifesto” pada paham komunis oleh Karl Marx. Sebuah kitab: landasan dasar, pegangan; tapi bukanlah Kitab Suci.
Buku (kitab) Kebra Negast berisi tentang sejarah kekaisaran Abyssinia (Ethiopia), pertemuan Raja Solomon dan Ratu Sheba, serta Menelik I. Sedang The Promise Key berisi doktrin tentang Haile Selassie I sbg Jah, Lord of Lords; Jesus is a black man; black supremacy; repatriation to the Ethiopian Zion; dan fight against babylon. Tak jauh berbeda dengan apa yang tertulis dalam buku (kitab) The Holy Piby.
Seorang Rastafarian kah Anda?
Selamat Menikmati Malam, Yoo Maann.